Selasa, 13 Januari 2009

Character Building Guru Pendidikan Agama Islam

Pengertian Karakter

Akar kata “Karakter” terdapat di bahasa Latin “Kharakter”, “Kharasein”, “Xharax”, yang berarti “tool for making”, “to engarave” dan “pointed stake”. Kata ini mulai banyak digunakan (kembali) dalam bahasa Perancis “caracter” pada abad ke XIV dan kemudian masuk kedalam Bahasa Inggris menjadi “Character”, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia “Karakter”.
Secara etimologi, karakter berarti mengukir (verb) dan sifat-sifat kebajikan (noun). Secara konseptual, konsep karakter dapat diartikan sebagai usaha terus-menerus seorang individu atau kelompok dengan berbagai cara untuk mengukir, mengembangkan atau melembagakan sifat-sifat kebijakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter mempunyai pengertian sifat-sifat kejiwaan, tabiat, watak, perangai, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Berkarakter artinya berkepribadian, bertabiat dan berwatak.
Berikut ini beberapa macam karakter yang harus dimiliki oleh Guru PAI:
1. Takwa Kepada Allah SWT.
2. Kematangan Kepribadian
3. Kematangan Emosi
4. Kematangan Intelektual
5. Kemampuan Bersosialisasi
6. Kemampuan Membina
7. Kemampuan Sosial



KETAKWAAN

1. Pengertian Takwa
Menurut bahasa, takwa berarti: hati-hati, ingat, mawas diri, dan waspada. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian takwa adalah: 1). terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala laranganNya. 2). Keinsyafan yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, 3). Kesalehan hidup. Di dalam kitab Al-Kafi karangan Al-Markum Al-Kulaini dijelaskan bahwasanya takwa sebagai kekangan seseorang dalam berbuat dosa, yang mayoritas dosa bersumber dari murka dan nafsu sahwat. (Al-Kafi, jilid 2 hal.8)

2. Dalil-dalil tentang takwa
Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (QS. Ar-Rad ayat 35)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali ‘Imron ayat 102)

3. Indikasi Takwa
• Mereka bersedak dalam kondisi apapun.
• Dapat menahan kemarahan
• Bisa memaafkan kesalahan orang lain
• Selalu melakukan perbuatan yang baik

4. Manfaat Takwa
a) Ada hubungan Praktek Ibagah dengan Kreatifitas
Allah SWT mengisyaratkan bahwa intensitas praktek ibadah seseorang berpengaruh terhadap tingkat kreatifitas yang dimilikinya, kalau seseorang intens melakukan ibadah maka Allah akan memudahkan mendapatkan pencerahan, dalam hadits Qudsi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad menjalskan bahwa Allah akan memberikan kemudahan kepada seseorang untuk memahami sesuatu bila orang tersebut suka melakukan ibadah sunnah.

b) Hubungan Ihsan dengan Kreatifitas
Menurut Seyyed Hossein Nasr (bakar, 1995), keberhasilan ilmuan muslim merumuskan ide-ide, konsep-konsep dan teori orisinil terjadi secara jelas dan bertahap melalui keterlibatan pengalaman intuitif, sebuah lompatan fitrah kreatif Al-Ghozali sampai kepada metode khasnya yakni metode keraguan atau Ibn Sina sampai kepada teori kedokterannya yang menggemparkan, atau Nasruddin al-Thusi sampaim kepada konsep gerakan planet yang baru , Ibn al-Haytsam pada konsep modern, sangat dipengaruhi oleh pengalaman intuitif.

Perubahan yang terjadi setelah menjalanlkan program ketakwaan;
Setelah 3 minggu lamanya saya menjalankan tugas yang diberikan oleh Dosen Character Building Guru PAI ( Nuraida, S.Ag, M.Si.) saya mengalami berbagai perubahan, diantaranya, yang dulu tidak pernah puasa sunnah tetapi sekarang sudah menjalankanya walaupun hanya puasa hari senen dan kamis, rajin shalat sunnah, menjalankan shalat tepat waktu, sering bershadaqah dan selalu berusaha untuk sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan, walaupun demikian juga perlu adanya pembiasaan dalam diri, tapi program yang diberikanoleh dosen sungguh sangat bermanfaat sekali bagi diri pribadi.




KEPRIBADIAN

Alport (1960) berhasil mengumpulkan beberapa konsep tentang kepribadian. Menurut Alport, kepribadian adalah organisasi yang dinamis dalam individuyang mencakup system psikofisis yang menentukan penyesuaian diri yang unik terhadap lingkungannya. Allport (dalam Hall dan Lidzey, 1985) menjelaskan setiap bagian yang terkandung dalam definisi yang dibuatnya;
1) Dynamic Organization
Merupakan organisasi sentral yang terdiri dari komponen-komponen dan menghubungkan nkomponen-komponen tersebut satu sama lain. Organisasi kepribadian ini dinamis karena secara tetap berkembang dan berubah. Sehingga kepribadian berserta elemen-elemen yang ada didalamnya itu aktif, selalu berkembang dan berubah, memotovasi dan mengatur diri secara dinamis.
2) Psychophysical System
Istilah ini mengimplikasikan bahwa kepribadian bukan hanya sekedar konstruk hipotesis yang dibuat oleh pengamat, melainkan suatu fenomena nyata yang terdiri dari elemen mental secara neural. Kedua elemen tersebut bersama-sama ada dan melebur menjadi kesatuan kepribadian.
3) Determine
Bahwa kepribadian mempunyai peran aktif dalam menetapkan tingkah laku spesifik individu. Hal ini menyebabkan individu akan melakukan penyesuaian diri dan mengekspresikan tingkah laku ketika mendapatkan stimulus yang sesuai.
4) Unique
Hal ini menunjukan bahwa kapribadian pada diri individu adalah unik, sehingga sesuatu yang ada dalam diri individu serta usaha melakukan sesuatu adalah unik.
5) Adjustments to his environment
Frase ini mengandung arti bahwa kepribadian berfungsi untuk mempertahankan diri, yaitu melalui penyesuaian diri terhadap lingkungan.

Kriteria Kepribadian yang matang
a. Perluasan perasaan diri
Aktivitas sangat besar nilainya daripada suatu pendapatan yang diperoleh, semakin banyak terlibat dalam dalam kegiatan maka semakin sehat secara psikologis, perasaan partisipasi otentik ini berlaku bagi pekerjaan kita, hubungan dengan keluarga dan teman-teman, kegemaran dan keanggotaan kita dalam partai politik dan agama. Menjadikan diri tentram dalam aktivitas-aktivitas yang penuh arti dan aktivitas-aktivitas ini menjadi perluasan perasaan diri.
b. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman terhadap orang tua anak, partner, teman akrab, ia akan merasakan perkembangan diri semakin baik.
c. Keamanan emosional
Sifat dari kepribadian yangh sehat adalah penerimaan diri, menerima emosi manusia, mampu mengontrol amosi sendiri, sabar terhadap kekecewaan.
d. Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif
Orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau semuanya baik menurut prasangka mereka, mereka menerima realita apa adanya.
e. Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup, tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukanya dengan dedikasi dan komitmen serta keterampilan-keterampilan lainya.
f. Pemahaman diri
Mengenal diri berarti memahami kekhasan fisiknya, kepribadian, watak dan tempramennya, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimilikinya serta mempunyai gambarang atau konsep yang jelas tentang diri sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang dapat mengenal kemnyataan dirinya, dan sekaligus kemungkinan-kemungkinannya, serta diharapkan mengetahui peran apa yang harus ia mainkan untuk mewujudkanya.
g. Filsafat hidup yang mempersatukan
Orang-orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan-tujuan rencana-rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai satu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, sebagai sendi batu kehidupan mereka.

Cara mencapai kematangan kepribadian
1. Mengenal Fisik
Dalam pengembangan diri perlu mengenal fisiknya. Dengan mengenal identitas diri, kepribadian, kelebihan dan kekurangannya maka ia mengetahui arah pengembangan dirinya
2. Mengenal Kepribadian
Disinilah letak perubahanmu karena ia berada dalam dirimu. Seorang ahli biologi mengatakan bahwa kita tidak bisa merubah seseorang jika kita tidak tahu unsure-unsur dasar kepribadiannya.
3. Mengenal Bakat
Kurang lebih 15 tahun lalu Howard Garner seorang psikolog sekaligus peneliti telah menemukan sebuah teori tentang multiple intelligence (kecerdasan ganda) yang mengatakan, bahwa dalam diri manusia terdapat banyak potensi yang belum dikembangkan, dan kadang-kadang potensi tersebut telah kita kubur akibat kesibukan kita sehari-hari, seperti pekerjaan, mengurus rumah tangga.
Kecerdasan tersebut antara lain:
a. Linguistik : kemampuan dalam mengolah kata (word smart), menulis, berpidato.
b. Logis-matematis : kemampuan dalam bidang angka.
c. Spasial : kecerdasan seorang arsitek seperti menata ruang
d. Musical : kemampuan di bidang seni musik
e. Body Kinestik : Bina raga, menari, ballet
f. Antar pribadi : kemampuan membina hubungan dan bersosialisasi
g. Intra pribadi : kemampuan mengelola diri
h. Naturalis : menyukai alam.

Perubahan setelah menjalankan program kematangan kepribadian.
Ada beberapa perkembangan yang terjadi dalam diri saya, dintaranya:
1. Menjadi lebih aktif dalam berorganisasi baik organisasi intrakampus (UKM Pamuka), dan PMII KOMFAKTAR Cabang Ciputat.
2. Yang dulu cuek dan selalu tertutup terhadap teman sekelas, sekarang menjadi terbuka dan selalu peduli terhadap teman serta selalu berbagi
3. Dapat mengontrol diri dan emosi serta sabar dalam menuntut ilmu dan berbagai cobaanya, ya walaupun sering marah-marah dan patah semangat, tapi program ini cukup berhasil bagi saya.
4. Selalu berfikir positif dan senantiasa berprasangka baik terhadap orang sekitar.
5. namun saya masih mengalami kesulitan dalam menentukan bakat yang tertanam dalam diri saya.



KEMATANGAN EMOSIONAL

EMOSI
Dalam Oxford English Dictionary (dalam Goleman 1995;289) emosi didefinisikan sebagai, ‘…any agitation or disrturbance of mind, feeling, passion; any vehement or exited mental state”. Setiap kegiatan atau pergolakan fikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap.
Menurut Goleman (1995) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan kecendrungan untuk bertindak (Goleman, 1995;289)
Emosi adalah keadaan perasaan yang banyak berpengaruh pada perilaku. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu, emosi berkaitan dengan perubahan fisiologi dan berbagai pikiran, jadi emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia (Prawitasari, 1995)

Seseorang dikatakan memiliki kematangan emosi jika ia mempunyai:
1. Kesadaran Diri
Kesadaran diri adalah kemampuan seseorang untuk menyadari emosi yang sedang dialami, selain dapat mengenal emosi, dapat memahami kualitas, intensitas dan durasi emosi yang sedang berlangsung, juga tahu penyebab emosi tersebut. Orang memantau emosinya secara cermat adalah orang yang dapat mengendalikan hidupnya, mereka tidak hanya sadar akan perasaan dirinya, mereka juga sadar akan pikiran dan hal-hal yang mereka lakukan.

2. Pengendalian Diri
Pengendalian diri adalah kemampuan mengendalikan emosi diri sendiri, mengolah emosi agar dapat terungkap dengan selaras. Orang yang mampu mengendalikan emosi tidak akan terus menerus bergumul dengan perasaan negatif, mereka mempu dengan cermat bangkit dari perasaan itu dan kegagalan kehidupan mereka. Tujuan dari pengendalian emosi adalah keseimbangan dan keselarasan dalam pengungkapan emosi bukan suppression atau lepas kontrol.

3. Motivasi Diri
Motivasi diri adalah kemampuan untuk bertahan dan terus berusaha menemukan banyak cara untuk mencapai tujuan. Cirri-ciri individu yang memiliki kemampuan ini adalah memiliki kepercaan diri yang tinggi, optimis dalam menghadapi keadaan yang sulit, cukup terampil dan fleksibel dalam menemukan cara alternatif agar sasaran tercapai atau mengubah sasaran jika sasaran tidak mungkin tercapai dan cukup mampu memecahkan tugas yang amat berat menjadi tugas kecil yang mudah dijalankan. Orang yang memiliki keterampilan ini cenderung lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan (Goleman, 1995;43)

4. Empati
Empati adalah kemampuan dalam membaca emosi orang lain, kemampuan merasakan perasaan orang lain, melalui keterampilan membaca pesan nonverbal, nada bicara, gerak-gerik, ekspresi wajah dan sebagainya. Kemampuan ini berkaitan dengan kesadaran emosi. Orang yang memiliki empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal social yang tersembunyi.

5. Keterampilan Sosial
Keterampilan social adalah kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain, kemampuan membaca reaksi dan perasaan orang lain, mampu memimpin dan mengorganisasi serta pandai menangani perselisihan yang muncul dalam setiap kegiatan manusia (Goleman, 1995;118)

Cara meningkatkan kecerdasan emosional siswa
Menurut Freeman (1985) dalam Akbar-Hawadi (2001) menyatakan bahwa beberapa kondisi khusus yang diperlukan oleh anak berbakat untuk mendukung perkembangan kecerdasan emosionalnya adalah:
1. memberikan kesempatan yang lebih luas dari pada anak yang lain, dimana anak berbakat dihargai serta mendapat umpan balik yang jujur dan wajar.
2. komunikasi yang terbuka, terutama untuk memperoleh keterampilan social
3. kurikulum pendidikan di sekolah yang secara intelektual menantang, berarati dan fleksibel
4. dapat memperdalam kegemarannya terutama dengan teman sebaya
5. materi yang sesuai
6. kesempatan untuk mengejar minat pribadi

Perubahan yang terjadi:
1. Dapat mengontrol dan meredam emosi dalam diri dan bahkan bisa membuat emosi tersebut menjadi semangat atau motivasi dalam diri.
2. Dapat memotivasi diri sendiri maupunorang lain, tapi kadang terjadi dekadensi motivasi sehingga motivasi dalam diri sering tidak stabil.
3. Peduli terhadap orang lain dan mengerti emosi yang sedang dirasakan orang lain.
Itulah perubahan yang peroleh dari menjalankan program kematangan emosional.



KEMATANGAN INTELEKTUAL

Pengertian Intelektual
Intelektual secara harfiah berasal dari bahasa Inggris “Intellectual” termasuk adjective (kata sifat). “intelektual” menurut AS. Hornby et.al berarti: having or showing good reasoning power, menunjukan kekuatan penalaran yang baik. Sedangkan menurut istilah intelektual adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri kepada pengembangan gagasan orisinil dan terlibat dalam usaha-usaha intelektual kreatif (George A. Theodorson dan Archiles G. Theodorson), dalam sumber lain dijelaskan bahwa intelegensi didefinisikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar dari pengalaman.

Faktor yang mempengaruhi Intelegensi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Intelegensi, sehingga setiap orang terdapat perbadaan dengan yang lainya, adalah :
a). Pembawaan. Segala kesanggupan yang telah ada sejak lahir dan tidak sama pada setiap orang.
b). Kematangan. Saat munculnya sesuatu daya jiwa yang kemudian berkembang dan mencapai saat puncaknya
c). Pembentukan. Segala faktor luar yang mempengaruhi intelegensi di masa perkembangannya
d). Minat. Motor penggerak dari intelegensi
e). Kebebasan. Dapat dengan bebas memilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan Kematangan Intelektual
1. Rajin membaca
2. Diskusi
3. Meneliti
4. Menuliskan kembali
5. Buka internet
6. Korespondensi
7. Ikut kajian
8. Ikut seminar


Karakteristik guru PAI yang memiliki kematangan Intelektual
1. memiliki kemandirian berfikir
2. mampu melahirkan gagasan baru
3. gemar membaca dan menulis
4. mampu belajar dari lingkungan
5. mampu menghargai gagasan orang lain
6. dapat menerima kritikan
7. mau belajar terus menerus
8. menguasai gramatikal bahasa Indonesia dan bahasa asing
9. menguasai sains dan tekhnologi

Perubahan yang terjadi:
1. Alhamdulillah, sekarang menjadi rajin belajar dan semangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh dosen.
2. Sekarang menjadi aktif dalam berdiskusi, selalu memberikan masukan, solusi dan kadang sebagai penyangkal dalam diskusi kelas.
3. sering buka Internet, walaupun sekali dalam semiggu dan kalau punya duit.
4. Selalu mengikuti kajian mingguan di PMII Rayon PAI.
5. Sering hadir dalam berbagai seminar, baik masalah Pendidikan dan umum.
6. Dapat menerima kritikan dan saran dari orang lain, dan senantiasa terbuka.




KEMAMPUAN BERSOSIALISASI

Kemampuan bersosialisasi sangat terkait dengan perkembangan soial seseorang. Sedangkan perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menjadi orang yang mampu bermasyarakat (socialized) memerlukan tiga proses, masing-masing proses terpisah dan berbeda satu sama lain, tetapi saling berkaitan, sehingga kegagalan suatu proses akan menurunkan kadar sosialisasi individu. Proses sosialisasi antara lain:
1. Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial.
Setiap kelompok mempunyai standar bagi para anggotanya tentang prilaku yang dapat diterima. Untuk dapat bermasyarakat anak tidak hanya harus mengetahui yang diterima, tetapi juga mereka harus menyesuaikan perilaku dengan patokan yang dapat diterima.

2. Memainkan peran sosial yang dapat diterima.
Setiap kelompok sosial mempunyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotanya dan dituntut untuk dipatuhi.

3. Perkembangan sikap sosial.
Untuk bermasyarakat/beragaul dengan anak-anak harus menyukai orang dan aktivitas sosial. Jika mereka dapat melakukanya, mereka akan berhasil dalam penyesuaian sosial yang baik dan diterima sebagai anggota kelompok sosial tempat mereka menggabungkan diri.

Berikut beberapa karakter yang harus dimiliki, dalam upaya kematangan sosialisasi:
1. Memahami orang lain.
2. Peduli orang lain
3. Berbagi dengan orang lain
4. Rasa menolong orang lain
5. Toleransi
6. Senang bersosialisasi
7. Tertib aturan

Sosial dan non-sosial.
Ada beberapa perbedaaan sosila dan non-sosial, antara lain:
1. Orang yang sosial ialah mereka yang perilakunya mencerminkan keberhasilan didalam tiga proses sosialisasi, sehingga mereka cocok dengan kelompok tempat mereka menggabungkan diri dan diterima sebagai anggota kelompok.
2. Orang yang suka hidup berkelompok (gregarious) adalah orang yang menghasratkan kehadiran orang lain dan merasa kesepian jika seorang diri. Mereka puas semata-mata karena berada bersama orang lain, terlepas dari sifat hubungannya.
3. Orang yang non-sosial (unsocial) adalah orang yang tidak mengetahui apa yang dituntut oleh kelompok sosial sehingga berperilaku yang tidak memenuhi tuntutan sosial.
4. Orang yang anti sosial adalah orang non-sosial yang mengetahui hal-hal yang dituntut kelompok, tetapi karena sikap permusuhan terhadap orang lain maka mereka melawan norma kelompok, akibatnya mereka diabaikan dan ditolak oleh kelompok.

Teori sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial terbentuk oleh faktor-faktor berikut ini:
1. Tindakan sosial
Suatu tindakan baru dikaatakan sebagai tindakan sosial apabila subjeknya dihubungkan dengan individu-individu lain. Oleh sebab itu tindakan sosial merupakan kenyataan sosial yang paling mendasar dan menyangkut komponen-komponen dasarnya yaitu: tujuan, alat, kondisi, nilai dan norma sosial.
2. Kontak sosial
Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lainyang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing-masing pihak saling bereaksi antara satu pihak dengan yang lainya meski tidak harus bersentuhan dengan fisik.
3. Komunikasi sosial
Berhubungan atau bergaul dengan orang lain, proses komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung.

Aspek-aspek interaksi sosial
1. Persepsi, adanya pendangan antara kedua belah pihak
2. Proses belajar, pemahaman terhadap objek
3. Frame of reference, berinterkasi dengan terbentuknya hubungan yang kuat.

Syarat-syarat interaksi sosial
1. Komunikasi; rasa saling mempengaruhi agar hubungan semakin akrab
2. Sikap, pembentukan kepribadian agar terjadi sikap saling mempengaruhi
3. Tingkah laku kelompok, interaksi orang banyak dengan kegiatan bersama
4. Norma-norma sosial, peraturan yang berlaku dalam kebudayaan sosial.


Karakteristik guru agama yang memiliki kematangan bersosial
1. Mampu bersahabat
2. Mampu membina hubungan
3. Empati
4. Mau mengajar tanpa pamrih
5. Peduli pada masa depan pendidikan islam
6. Peduli pada masa depan anak didiknya
7. Peduli pada sesama
8. Berbagi dengan orang lain
9. Mau menolong orang lain
10. Toleransi
11. Senang bersosialisasi
12. Mampu kerja sama
13. Tertib aturan
14. Tidak gibah, namimah, fitnah dan munafik
15. Ramah tamah
16. Simpati
17. Tidak sombong, dan
18. Tidak iri pada orang lain

Perubahan yang terjadi :
1. Yang dulunya acuh terhadap orang lain, tapi sekarang menjadi peduli terhadap teman.
2. Lebih terbuka dan selalu berdiskusi serta bebagi terhadap teman sekitar.
3. lebih cakap dalam bergaul
4. mempunyai banyak teman dan selalu menggunakan prinsip making friend whenever and whereever.


KEMAMPUAN MEMBINA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Membina diartikan sebagai; membanggun, mendirikan, mengusahakan supaya lebih baik (maju, sempurna).
Pembina adalah orang yang membina, alat untuk membina.
Pembinaan adalah proses pembuatan, cara membina.
Kemampuan membina adalah kemampuan seoran guru untuk membina dan mengembangkan bakat peserta didiknya.
Menurut Howard Gardner bahwasanya peserta didik memiliki bakat yang berbeda-beda, Gardner mengelompokan bakat menjaadi 7 kecerdasan:
1. Lingguistic Intellegence
2. Logical Matematical Intellegence
3. Musical Intellegence
4. Bodily-kinestetic Intellegence
5. interpersonal Intellegence
6. Intrapersonal Intellegence (kemampuan mengellola diri, menganggap dirinya adalah konsep hidupnya)
7. Naturalist Intellegence

Berdasarkan bakat diatas, maka ada beberapa hal yang harus dibina oleh seorang guru, antara lain :
1. Pembinaan menulis, bahasa, presenter, debat, dsb.(linguistic)
2. Pembinaan matematika, fisika, kimia (logis-matematik)
3. Paduan suara, musical (musik)
4. Olahraga, atletik, senam, tari (fisik)
5. Pembinaan latihan kepemimpinan (interpersonal)
6. Pembinaan menulis buku harian (Intrapersonal)
7. Kegiatan pencinta alam (Naturalis)

Melalui pembinaan yang intensif maka bakat siswa berkembang dengan baik. Agar sukses dalam melakukan pembinaan maka guru Pembina harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah orang yang melihat suatu masalah dan memperbaikinnya. Pemimpin diartikan sebagai orang atau sekelompok orang yang dipercaya dapat membawa kelompok orang tertentu mencapai tujuan.

2. Empati
Empati ita bisa turut memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain, bisa memasuki hatinya, ketika orang sedang berempati seseorang mampu berbelas kasih kepada sesamanya.

3. Komunikasi
Kommunikasi berarti bentuk interaksi antara individu atau kelompok yang dilakukan dengan cara verbal ataupun non verbal, dengan maksud untuk menyampaikan suatu pesan dengan cara yang dapat dipahami oleh orang lain.

4. Decision making yang efektif.
Seorang pemimpin adalah seorang perencana dan pengambil keputusan yang bak, mau menerima nasihat dan kritik, bekerja dengan para pengikut untuk menetapkan hingga mencapai sasaran.

5. Disiplin
Disiplin diri mencakup sifat konsisten berjuang mencapai target yang sudah ditetapkan, mendahulukan hal yang utama dan memdesak tanpa mengabaikan kebutuhan lain yang juga sama-sama penting.



KEMATANGAN VOKASIONAL

Ada beberapa kematangan vokasional, yaitu sebagai berikut :
1. Bertanggung jawab
Tanggung jawab menurut bahasa inggris yaitu Responsibility (Respon and ability), respon yang berarti tanggapan dan ability yang berarti kemampuan, maka secara harfiah berarti kemampuan memberi tanggapan, atau kemampuan menggapai dan menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.

2. Tahu hak dan kewajiban
Hak berarti hal-hal yang secara lahir bisa diperoleh atau bahkan wajib kita peroleh, sedangkan kewajiban berarti sebagai hal-hal yang harus kita lakukan.
Hubungan hak dan kewajiban bersifat korelatif, salah satu nya tidak bisa berdiri sendiri, hak da kewajiban bersifat menyeluruh baik dalam content dan contexnya.

3. Jujur dan Loyal
Jujur adalah sikap atau perbuatan yang tidak ska berbohong dan berbuat curang, berkata apa adanya, loyal bebarti kesetiaan terhadap perusahaan, sekolah ataupun yang lain.
Sikap jujur dan loyal ini harus dimiliki oleh pekerja professional, ketika dihadapkan suatu masalah, hendaknya seorang pekerja bersifat jujur, bagaimanapun akibatnya yang ditimbulkan.

4. Bermotivasi tinggi
Seperti halnya sebuah system, masing-masing orang mempunnyai bagianya tersendiri yang menurut tanggunng jawab dan keseriusannya dalam bekerja, sekecil apapun pekerjaan menjadi tanggung jawab anda.

5. Terbuka terhadap kritik
Seorang professional harus bersifat terbuka, bagaimana pun kritik yang membangun untuk meningkatkan kualitas perfoma kerja.

6. Kreatif
Sikap ini harus dimiliki oleh guru yang professional, ia mampu melihat peluang dan membuatb solusi cemerlang atas permasalahn yang menghampiri, kreatif tidak hannya berkutat untuk menyelesaikan pekerjaan atau permasalahan.

Vien_Ctg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar